Tanggap Aduan Masyarakat, Balai Karya Bahagia Medan Laksanakan Atensi Kepada Odha Di Kota Medan

0
37

(MEDAN, 29 April 2021). Balai Karya Bahagia Medan mendapat laporan adanya PPKS dengan inisial PA yang kondisi fisiknya memburuk di Medan. Sumarno Sri Wibowo, Kepala Balai Karya Bahagia Medan menugaskan dan mengarahkan Pekerja Sosial Winner GS serta Bambang Thesia dengan koordinasi bersama Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial, Tien Septemberiawati untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Pekerja sosial kemudian melaksanakan asesmen secara komprehensif kepada PA pada 28 April 2021. Berdasarkan hasil wawancara, PA dinyatakan positif HIV pada April 2017 dengan hasil CD4 194. Meskipun demikian, PA berusaha mandiri dengan membangun usaha salon dibantu rekan sesama waria.

Pekerja Sosial melaksanakan asesmen komprehensif

Pada Maret 2021 PA mengalami putus obat sehingga kondisi fisiknya memburuk dengan komplikasi gangguan lambung akut. Pemeriksaan dan perawatan oleh dokter dan perawat dijalani di rumah dengan biaya mandiri. Hal ini membuat pendapatan PA berkurang ditambah usaha salonnya yang sepi karena pandemi. Menurut pengamatan pekerja sosial, PA tampak lemah, kurus dan terbaring di tempat tidur. PA kesulitan melakukan aktivitas pribadi sehari-hari seperti mandi, makan, dan mencuci pakaian sehingga membutuhkan bantuan teman.

Asesmen dilaksanakan oleh pekerja sosial

Selain itu pekerja sosial juga melakukan kontak dengan keluarga dari PA untuk menginformasikan perihal kondisi tersebut. Hal tersebut dilakukan setelah mendapat informasi mengenai keluarga PA dari rekan komunitasnya. Kakak dari PA sudah mengetahui perihal status HIV adiknya sedangkan kedua orangtuanya belum mengetahui.

Case Conference Membahas Asesmen Komprehensif Terhadap PA

Berdasarkan hasil asesmen komprehensif yang telah dilakukan, dibutuhkan pembahasan kasus untuk ATENSI lebih lanjut. Case Conference kemudian diadakan pada 29 April 2021 dan menghasilkan rencana intervensi berupa, PA membutuhkan bantuan aksesibilitas ke layanan kesehatan, dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak berupa nutrisi dan terapi psikososial berupa kepatuhan konsumsi ARV.

 

Penulis : Tim Humas dan Winner GS

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here