Seorang Ibu dengan Empat Anak Hidup /Terlantar di Terminal, Kemensos Hadir Berikan Pelayanan

1
86

MEDAN, (29 Maret 2022) – Kementerian Sosial melalui Sentra Bahagia Medan menindaklanjuti pemberitaan yang viral di kanal youtube dengan judul “Kisah Pilu Tukang Sapu Angkot di Terminal Amplas Hidup dalam Keprihatinan Bersama Keempat Anaknya”.

Lifyarman selaku kepala Sentra Bahagia Medan bersama tim menuju lokasi untuk meninjau langsung kondisi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tinggal di dalam kawasan salah satu terminal terbesar di Kota Medan itu.

Tim melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan di Terminal Amplas untuk melakukan upaya terbaik yang mungkin bisa dilakukan untuk membantu PPKS tersebut.

Saat tiba dilokasi terlihat kondisi (RR) seorang Ibu dengan empat orang anak yang rata-rata masih berumur dibawah delapan tahun. Keseharian anak-anak RR hanya bermain di sekitar terminal, bahkan tak jarang (MK) anaknya yang belum genap berumur setahun ditipkan kepada pedagang kue ketika RR sedang bekerja menyapu angkot di terminal Amplas.

Lifyarman dan tim memutuskan untuk berkoordinasi dengan pihak terminal agar keluarga tersebut dapat tinggal sementara di Sentra Bahagia Medan. “Sebaiknya ibu dan anak-anak yang masih kecil ini tinggal di Sentra agar mendapatkan pelayanan dan hidup lebih layak”. ucap Lifyarman.

Berdasarkan informasi dilapangan, diketahui bahwa RR merupakan warga Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kalau bisa saya ingin pulang kampung aja pak” ujarnya.

Merespon hal tersebut Lifyarman langsung berkoordinasi dengan Sentra Kementerian Sosial yang berada di Mataram yaitu Sentra Paramita untuk memastikan keberadaan keluarga PPKS di Lombok Timur. Saat ini RR dan anak-anaknya telah berada di Sentra bahagia untuk mendapatkan pelayanan dari Kementerian Sosial.

Humas Sentra “Bahagia” di Medan

1 KOMENTAR

Comments are closed.