“River Of Live” Suatu Terapi Psikososial Dalam Progres 5.0 New Platform

0
1005

Medan, 24 Mei 2019,  Program Rehabilitasi Sosial (Progres) 5.0 New Platform (NP) adalah metode dan pendekatan baru dalam memberikan pelayanan kepada lima klaster. Salah satu klaster adalah Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial ODHA, dimana terdapat 4 (empat) komponen penting, yaitu : 1. BANTU (Bantuan sosial bertujuan); 2. Therapies, terdiri dari Sosial, Fisik, Vokasional dan Psikososial; 3. Social Care; dan 4. Family Support.

Salah satu terapi psikososial di Balai Rehabilitasi Sosial ODHA (BRSODH) “Bahagia” di Medan adalah Bimbingan Psikologi yang diadakan 1 (satu) kali dalam seminggu. Pada kegiatan Psikologi hari ini, bertempat di ruang Perpustakaan, Albertin Winda selaku Psikolog Klinis pada Balai Rehabilitasi ODHA (BRSODH) “Bahagia” di Medan, mengisi bimbingan ini dengan judul materi “River of Life”.

River of Life ( Sungai Kehidupan) merupakan salah satu tools yang bagus dalam membantu grup untuk lebih dekat satu dengan yang lainnya, pada kegiatan ini peserta diminta menggambar sungai sebagai gambar utama yang  melambangkan kehidupan mereka. Kegiatan ini juga membantu grup/kelompok untuk merefleksikan pengalaman pribadi yang berpengaruh dalam hidup dan memotivasi.

Seperti telah dijelaskan diatas materi ini bertujuan refleksi serta instropeksi, bagaimana seseorang dapat mencari dan menceritakan hal-hal dimasa lalu serta memperbaikinya dimasa sekarang dan menjadi pedoman untuk melangkah dimasa depan.

Dalam kegiatan ini para penerima manfaat (PM) diminta menggambar sebuah sungai dengan segala macam isinya yang melambangkan kehidupan mereka sendiri. PM diminta membayangkan mengenai kehidupan dalam bentuk sebuah sungai, dengan adanya batu, air terjun, arus sungai, makhluk hidup atau kapal yang ada disekitarnya.

River of Live membantu PM untuk merefleksikan kehidupan masa lalu, saat ini dan masa mendatang, menceritakan satu sama lain untuk membantu kelompok saling memahami. Menguatkan komitmen masing-masing terhadap berbagai masalah saat ini dan perubahan yang akan dialami, dengan begitu akan membuat PM dapat menyikapi tantangan dan masalah yang telah dilewati. Kegagalan serta keberhasilan yang telah dicapai dapat membantu PM memotivasi dirinya.

Penulis : Helmayuni.   Foto : Winda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here