Respon Kasus Pemerkosaan, Sentra “Bahagia” di Medan Sambangi Korban

0
145

BATU BARA (11 Mei 2022) – Kementerian Sosial Melalui Sentra Bahagia di Medan, melakukan respon kasus pemerkosaan yang menimpa seorang gadis, di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Berita viral mengenai seorang gadis berinisial P (17 tahun) yang diperkosa ayah tiri ketika ibu kandung korban sedang berbelanja baju lebaran. Bibi korban yang mendengar cerita tersebut kemudian melaporkan hal ini ke Polres Batu Bara pada Selasa, 26 April 2022.

Tim yang terdiri dari pekerja sosial dan psikolog dari sentra “Bahagia” di Mendan menindaklanjuti kasus tersebut dengan datang ke rumah bibi korban, tempat gadis berhijab tersebut tinggal saat ini. Tim Sentra berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara yang saat itu berada di rumah korban, bersama dengan Kecamatan Talawi dan Perangkat Desa setempat.

Berdasarkan hasil asesmen diketahui bahwa selama ini korban tinggal dengan neneknya, hingga pada saat kejadian ia bermain ke rumah ibunya. Ketika sedang di kamar sendirian, terduga pelaku S masuk ke kamar korban dan mengunci pintu hingga pemerkosaan terjadi. Korban yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 2 SD tidak bisa berbuat banyak, kemudian bercerita kepada sepupunya yang langsung diceritakan kepada bibinya. Bibinya yang tak terima kemudian melaporkan kepada polisi lantas menghubungi ayah kandung korban yang sudah menikah lagi untuk datang dan ikut melaporkan.

Pekerja sosial dan psikolog dari tim Sentra juga memberikan dukungan psikososial kepada korban dan keluarga korban terutama ayah kandung dan bibinya dalam menghadapi kasus. Dukungan psikososial penting diberikan untuk menjaga kesehatan mental korban dan keluarga yang terguncang pasca kejadian.

Selain itu tim Sentra bekerjasama dengan Dinas Sosial setempat untuk mendampingi korban dan memonitoring perkembangan kasus, lantaran hingga kini terduga pelaku dan ibu kandung korban tidak diketahui keberadaannya. Selain itu, tim bersama Dinas Sosial setempat juga membantu korban dan neneknya untuk mendapatkan identitas resmi berupa KTP dan KK. Tidak lupa, tim juga berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Batu Bara memonitoring perkembangan kasus dan mendorong polisi segera menemukan keberadaan terduga pelaku demi melancarkan proses hukum yang berjalan.

Kedepannya, tim Sentra berencana berkoordinasi dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKMB) untuk mendaftarkan P ke pendidikan kejar paket A dan memonitoring terus perkembangan kasus P terutama perihal keberadaan terduga pelaku yang saat ini belum diketahui keberadaannya.

Humas Sentra “Bahagia” di Medan