Resmikan Sentra Kreasi ATENSI Bahagia Medan, Mensos RI Sekaligus Menyerahkan Santunan Anak Yatim Piatu  

1
310

Medan (19 November 2021) – Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini secara resmi membuka Sentra Kreasi ATENSI (SKA) Balai Karya Bahagia di Medan. Setelah menandatangani prasasti pembukaan dan menggunting pita seremonial, Risma didampingi oleh jajaran Eselon I dan II serta staf khusus dari Kementerian Sosial, Komisi VIII DPR RI, Kepala Balai Karya Bahagia di Medan perwakilan Kapolrestabes Medan, Dandin 0201 Medan, Camat Medan Tembung, Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Asisten Pemerintahan dan Kesra serta Kejaksaan Negeri Medan langsung berkeliling melihat kondisi SKA yang telah diresmikan.

Ruangan pertama yang dikunjungi Risma adalah ruang design grafis dimana pada ruangan ini terdapat berbagai karya penerima manfaat Balai Karya Bahagia Medan seperti mug, desain kaos, serta cetak  tumbler. Selanjutnya Mensos berserta rombongan langsung menuju ruangan galeri dimana pada ruangan tersebut terdapat hasil karya penerima manfaat dari SKA Unit Pelaksana Teknis lainnya.

Mampir di usaha salon, Risma juga memperhatikan penerima manfaat eks korban NAPZA yang sedang bekerja menangani rambut pelanggan yang datang. Untuk selanjutnya Risma beserta rombongan berlalu ke arah usaha kelontong dan laundry yang berada pada satu ruangan yang sama. Penerima manfaat yang menjadi pelaku usaha di tempat ini adalah pekerja migran dan juga lansia yang masih produktif. Ruangan SKA terakhir yang dikunjungi oleh Risma beserta rombongan adalah Cafe Kopi Kombur dimana yang menjadi pelaku usahanya berasal dari anak yang putus sekolah. Kata Kombur merupakan bahasa Medan yang artinya berbicara. Kata ini diambil karena kedai kopi merupakan tempat yang sangat identik untuk bertemu dan saling berkomunikasi.

Selanjutnya di luar gedung SKA telah terdapat berbagai stand bantuan yang berasal dari beberapa instansi baik dari Balai Karya Bahagia Medan, Loka Daru’saadah Aceh, Balai Besar Prof. Dr. Soeharso Solo, Direktorat JSK dan PFM Wilayah I. Dengan total bantuan sebesar 16,2 milyar rupiah, bantuan yang diberikan pun beraneka ragam dimulai dari sepeda motor roda tiga, tongkat penuntun adaptif untuk tuna netra, kursi roda, kaki palsu, bantuan sosial rumah tidak layak huni, bantuan PKH sampai usaha kewirausahaan untuk mendukung usaha penerima manfaat.

Selepas memberikan bantuan ATENSI secara simbolis di depan gedung SKA Balai Karya Bahagia Medan, Risma kemudian bertolak ke aula Balai Karya Bahagia dalam rangka menyerahkan secara simbolis santunan anak yatim, piatu, dan yatim piatu akibat COVID-19 (YAPI) berupa tabungan yang disalurkan melalui Bank Mandiri. Risma menemui anak-anak yang berjumlah 34 orang yang terdiri dari penerima bantuan YAPI dari Kota Medan dan sekitarnya.

“Jangan menyerah anak-anakku dan jangan putus asa, karena itu, tabungan ini manfaatkan dengan baik. Kalian tidak sendiri, kalau ada masalah, bisa curhat dengan Ibu, jangan lari ke narkoba, jangan lari ke kenakalan remaja. Ibu akan bantu semampu ibu untuk mengatasi masalah kalian, tidak boleh menyerah ya,” ujar Risma ketika memberikan motivasi kepada anak-anak.

Dalam arahannya dan motivasinya Tri Rismaharini menyampaikan kepada penerima bantuan agar tetap semangat dan jangan putus asa khususnya kepada YAPI agar tetap bersekolah sampai ke tingkat yang lebih tinggi. Risma juga membuka kesempatan bagi YAPI dan para wali untuk bertanya dan menyampaikan aspirasinya. Risma menjelaskan bahwa tabungan tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan sekolah anak-anak. Harapannya tabungan tersebut dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Ditemui setelah acara selesai, Kepala Balai Karya Bahagia di Medan menyampaikan rasa bersyukurnya karena acara telah berlangsung dengan baik.

“Saya mewakili seluruh pegawai mengucapkan terima kasih kepada ibu Mensos beserta rombongan yang telah menyempatkan diri untuk meresmikan SKA kita. Mohon maaf jika masih ada beberapa kekurangan ketika acara berlangsung,” ujar Lyana.

SKA merupakan salah satu sarana kepada perima manfaat dalam fungsinya sebagai pemberdayaan wirausaha kepada penerima manfaat. SKA Balai Karya Bahagia Medan sendiri memberdayakan berbagai kelompok penerima manfaat seperti anak putus sekolah, lansia, pekerja migran, Orang Dengan HIV AIDS, eks korban NAPZA dan disabilitas. SKA ini diharapkan menjadi diseminasi awal bagi penerima manfaat untuk belajar dan mengembangkan kemampuan berwirausaha dalam rangka kemandirian ekonomi penerima manfaat.

 

Humas Balai Karya Bahagia Medan

1 KOMENTAR

Comments are closed.