Puncak HAS 2020, Balai Bahagia Kampanyekan Stop Diskriminasi Terhadap ODHA

Puncak HAS 2020, Balai Bahagia Kampanyekan Stop Diskriminasi Terhadap ODHA

MEDAN (1 Desember 2020) – Hari AIDS Sedunia (HAS) pada 1 Desember 2020 dirayakan secara khusus oleh Kementerian Sosial dengan melaksanakan webinar. Topik yang diangkat dalam webinar yaitu Rehabilitasi Sosial ODHA : Strategi Kebijakan Langsung Pemerintah dan Lembaga Dalam Stop Diskriminasi dengan narasumber Waskito Budi Kusuma, Direktur RSTS dan KPO Kementerian Sosial dan Sumarno Sri Wibowo, Kepala Balai Bahagia Medan.

Kementerian Sosial melalui Unit Pelakasana Teknis memiliki tugas memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial kepada orang dengan HIV. Tugas ini diemban oleh Balai Bahagia Medan yang menerapkan konsep terapi psikososial, terapi penghidupan, terapi mental hingga terapi fisik. Pendekatan terapi ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam pemberdayaan kepada teman-teman orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Direktur RSTS dan KPO, Waskito Budi Utomo bersama Kepala Balai Bahagia Medan, Sumarno Sri Wibowo saat menjadi narasumber webinar Puncak Peringatan HAS Tahun 2020

Masalah yang acap kali terdengar dari ODHA adalah adanya stigma dan diskriminasi baik dari diri sendiri, keluarga maupun masyarakat. Salah satu kasus yang pernah ditangani Balai Bahagia Medan adalah pengusiran Anak Dengan HIV (ADHA) di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada bulan Oktober 2018. Kerjasama dan kolaborasi dengan Dinas setempat dan LKS menghasilkan beberapa keputusan strategis dan penting.

Kerjasama dengan Pemerintah daerah setempat dan Lembaga Kesejahteraan Sosisl (LKS) menjadi kolaborasi yang penting bagi rehabilitasi orang dengan HIV. “LKS ini adalah perpanjangan tangan Balai Bahagia Medan di daerah daerah” tutur Wibowo di acara webinar tersebut.

Salah satu baliho yang terletak di depan Kantor Balai Bahagia Medan dalam rangka mengkampanyekan Stop Stigma dan Diskirimasi Terhadap ODHA

“Peran serta keluarga dan masyarakat juga dibutuhkan dan memiliki tanggungjawab yang sama dalam upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.” tambahnya.

“Mereka tidak mengubah status, tetapi kita dapat mengubah sikap dan perilaku” komitmen Wibowo dalam rangka mengoptimalkan pelayanan rehabilitasi sosial terhadap ODHA.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Selamat Datang

Silahkan pilih Layanan yang anda inginkan

Pelayanan Dalam Balai

Informasi tentang Pelayanan yang diberikan di dalam BRSODH Bahagia Di Medan

Respon Kasus

Informasi tentang Pelayanan yang diberikan berdasarkan Laporan Masyarakat dan kaitannya dengan Pelayanan Luar BRSODH Bahagia Di Medan

Konseling

Pelayanan konsultasi Psikologi bagi masyarakat terkait HIV AIDS

Pengaduan Masyarakat

Media bagi Masyarakat untuk Melaporkan tentang Pelayanan BRSODH Bahagia Di Medan

Sahabat ODHA

Masyarakat yang ingin memberikan dukungan bagi ODHA
Chat Support
×