MITIGASI POPULASI KUNCI TERDAMPAK (PKT) HIV/AIDS BRSODH “BAHAGIA” MEDAN

0
797

Dalam rangka mengurangi dampak terjadinya penularan/epidemi HIV/AIDS, pada tahun 2019 ini BRSODH “Bahagia” Medan memberikan pendampingan terhadap populasi yang rentan terinfeksi HIV, atau disebut dengan Mitigasi Populasi Kunci Terdampak (PKT). Mitigasi populasi kunci terdampak merupakan program penanggulangan AIDS Nasional untuk menetapkan prioritas dan respon efektif terhadap epidemi AIDS. Secara umum,  Mitigasi merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dan/atau meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat suatu resiko, yaitu dengan cara membuat persiapan sebelum terjadinya resiko tersebut. Sementara, Populasi Kunci didefinisikan sebagai kelompok masyarakat yang paling berdampak pada HIV/AIDS.

Kegiatan Mitigasi Populasi  Kunci Terdampak yang diinisiasi oleh BRSODH “Bahagia” Medan ini dilaksanakan dalam 12 kegiatan pada tiga lokasi yaitu : Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tanjung Gusta Medan, Lokalisasi Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit Deli Serdang dan lokalisasi Pasar Sambu, Medan. Pemilihan lokasi kegiatan didasarkan dari “Estimasi jumlah Populasi Kunci Terdampak HIV tahun 2012” (www.siha.depkes.go.id), dimana disebutkan bahwa jumlah estimasi tertinggi Populasi Kunci Terdampak Wanita Pekerja Seks Langsung (WPSL) di Sumatera Utara adalah 10.387 orang. Sementara itu jumlah estimasi tertinggi Populasi Kunci Terdampak Pengguna Jarum Suntik (Penasun) NAPZA adalah 4.919 orang.

Dalam kegiatan ini, petugas kegiatan mitigasi Populasi Kunci Terdampak terdiri antara lain dari unsur Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial, memberikan penyuluhan/informasi terkait dengan HIV dasar, cara pencegahan dan penularan HIV kepada para peserta yang terdiri dari Warga Binaan (WB) dan WPSL. Pada lokasi Mitigasi Populasi Kunci Terdampak LPKA Kelas I Tanjung Gusta Medan, kegiatan Mitigasi Populasi Kunci Terdampak diikuti oleh 10 orang peserta warga binaan, yang terdiri dari anak dan remaja yang memiliki faktor resiko dari penggunaan NAPZA melalui jarum suntik secara bergantian. Sementara mitigasi populasi kunci yang dilaksanakan di lokasi lokalisasi Bandar baru dan Pasar Sambu diikuti oleh masing-masing 10 orang WPSL. Kegiatan Mitigasi Populasi Kunci Terdampak ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menurunkan hingga mengeliminasi infeksi HIV baru, menurunkan hingga mengeliminasi kematian terkait HIV/AIDS, serta menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Selain itu dari target keseluruhan populasi kunci yang telah diberikan pendampingan ada yang terinfeksi HIV, maka kemudian akan menerima pelayanan luar balai maupun pelayanan Time Bound Shelter (TBS) di BRSODH “Bahagia” Medan.

Penulis : Dwi A. Oktavia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here