PELAKSANAAN ASISTENSI REHABILITASI SOSIAL TUNA SOSIAL DAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG

KOMPONEN ATENSI

1. Dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak
Merupakan upaya untuk membantu memenuhi standar kebutuhan PPKS untuk dapat hidup layak secara fisik, mental, dan psikososial.
Dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak dilakukan dengan cara memberikan bantuan sosial, bantuan sarana, dan prasarana dasar, serta bantuan kebutuhan dasar lainnya.
Pemenuhan kebutuhan dasar meliputi:
a. sandang dan pangan;
b. tempat tinggal sementara; dan
c. akses kesehatan, pendidikan dan identitas.

2. Perawatan sosial dan/atau pengasuhanTuna Sosial
Merupakan layanan pemenuhan kasih sayang, keselamatan, kelekatan, dan kesejahteraan. Perawatan sosial dan/atau pengasuhanTuna Sosial dilakukan dengan cara merawat, mengasuh dan memberikan perhatian yang berkelanjutan, serta memberikan bantuan sarana dan prasarana perawatan sosial dan/atau pengasuhanTuna Sosial.

3. Dukungan keluarga
Merupakan upaya pemberian bantuan terhadap anggota keluarga berupa dukungan emosional, pengetahuan, dan keterampilan pengasuhanTuna Sosial dan/atau perawatan sosial, keterampilan berelasi dalam keluarga, serta dukungan untuk memahami masalah yang dihadapi. Dukungan keluarga dilakukan dengan memberikan pendampingan kepada keluarga dan/atau penguatan kapabilitas dan tanggung jawab sosial keluarga serta memberikan bantuan perlengkapan bagi keluarga atau anggota keluarga.
Dukungan kepada keluarga terdiri atas:
a. keluarga sendiri; dan/atau dukungan terhadap keluarga
sendiri meliputi:
1) mediasi keluarga;
2) preservasi keluarga;
3) reunifikasi;
4) lingkar dukungan antar keluarga;
5) dukungan kelompok sebaya; dan/atau
6) temu penguatanTuna Sosial dan keluarga.

b. keluarga pengganti.
Dukungan terhadap keluarga pengganti meliputi:
1) reintegrasi;
2) fasilitasi pengasuhan oleh keluarga pengganti;
3) lembaga rujukan berbasis temporary shelter;
dan/atau
4) advokasi sosial.

4. Terapi fisik, terapi psikososial, dan terapi mental spiritual

  1. Terapi fisik dilakukan untuk mengoptimalkan, memelihara, dan mencegah kerusakan atau gangguan fungsi fisik.
    Tujuan: Pemeliharaan kesehatan melalui pemulihan fungsi fisik, menjaga kebugaran fisik dan kesegaran tubuh dan meningkatkan kemampuan fungsi fisik.
    Dilakukan dengan cara: Terapi gerak tubuh, terapi menggunakan latihan (exercise therapy), terapi menggunakan alat bantu, olah raga rekreasi (outbond) dan prestasi (contoh: futsal, renang, bulutangkis), pemeliharaan diri serta latihan pernafasan dan relaksasi
  2. Terapi psikososial merupakan kumpulan terapi untuk mengatasi masalah social yang muncul dalam interaksi PPKS dengan lingkungan sosialnya baik keluarga, kelompok, komunitas, maupun masyarakat.
    Tujuan: Memperkuat dan memobilisasi potensi PPKS da keluarga serta meningkatkan kemampuan pengeloaan diri dalam lingkungan sosialnya, interaksi PPKS dengan
    keluarga, kelompok, komunitas maupun masyarakat.
    Dilakukan dengan cara memberikan berbagai terapi untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan aspek kognisi, psikis, dan sosial. Beberapa terapi psikososial yang dapat
    diberikan:
    1) Terapi pada bidang kognitif:
    a) Terapi realitas
    b) Konseling
    c) Terapi CBT
    d) Self Talk
    2) Terapi pada bidang afektif
    a) Terapi visualisasi
    b) Terapi kursi kososng
    c) Terapi nourishment
    d) Terapi relaksasi
    e) Art Therapy
    3) Terapi pada bidang behavioral:
    a) Teknik-teknik pengubahan perilaku untuk meningkatkan perilaku positif
    1) Penguatan positif (positive Reinforcement).
    2) Shaping
    3) Covert reinforcement
    4) Penguatan negatif (negative reinforcement)
    5) Prompting/ coaching
    6) Fading
    7) Chaining
    8) Behavior Rehearshal
    b) Teknik-teknik pengubahan perilaku untuk menurunkan perilaku negative (descreasing behavior)
    1) Penghukuman positif (positif Punishment).
    2) Penghukuman Negatif (Negative Punishment disrebut juga Response Cost)
    3) Membuat jenuh, kenyang, penuh (Satiasi)
    4) Pelemahan perilaku maladaptif (time out)
    5) Penghapusan/peniadaan perilaku operan (operant extinction)
    6) Membuat tidak sensitif secara sistematis (desentizasi sistematis)
    7) Substitution of sexual responses
    8) Aversive counterconditioning,
    9) Covert sensitization
    10)Implossion
    11)Contact desentization
    12)Thought stopping
    c) Terapi Mental Spiritual Terapi yang ditujukan untuk membangun mental dan kehidupan spiritual yang baik.
    Tujuan: menggunakan nilai-nilai moral, spiritual dan agama untuk menyeleraskan pikiran, tubuh dan mental, dalam upaya mengatasi kecemasan dan depresi. Dilakukan dengan cara meditasi, terapi seni, ibadah keagamaan, dan tau terapi yang menekankan harmoni dengan alam, serta dukungan alat bantu.

5. Pelatihan vokasional dan/atau pembinaan kewirausahaan
Pelatihan vokasional dan/atau pembinaan kewirausahaan merupakan usaha pemberian keterampilan kepada PPKS agar mampu hidup mandiri dan/atau produktif.
Pelatihan vokasional dan/atau pembinaan kewirausahaan dilakukan dengan cara pengembangan dan penyaluran minat, bakat, potensi, dan menciptakan aktivitas yang produktif, akses modal usaha ekonomi, bantuan kemandirian, bantuan sarana dan prasarana produksi, serta mengembangkan jejaring pemasaran. Tujuannya untuk memberikan keterampilan kepada
PPKS agar mampu hidup mandiri dan atau produktif.

6. Bantuan sosial dan asistensi sosial
Bantuan sosial merupakan bantuan berupa uang, barang, atau jasa kepada seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat yang rentan terhadap risiko sosial. Asistensi sosial merupakan bantuan berupa uang, barang, jasa pelayanan, dan/atau jaminan sosial kepada seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat yang berpendapatan rendah sampai dengan berpendapatan
tinggi.

7. Dukungan aksesibilitas.
Dukungan Aksesibilitas merupakan upaya untuk membantu PPKS memperoleh akses yang setara terhadap peralatan, pelayanan publik, serta lingkungan fisik dan nonfisik. Dukungan Aksesibilitas dilakukan dengan cara melaksanakan sosialisasi, fasilitasi, dan advokasi sosial kepada pemangku kepentingan serta penyediaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar aksesibilitas.
Tujuannya membantu PPKS memperoleh akses yang setara terhadap pelayanan publik

Selamat Datang

Silahkan pilih Layanan yang anda inginkan

Chat Support
×