Kisah ODHA Terlantar : Ditemukan Hingga Akhirnya Dikebumikan

Kisah ODHA Terlantar : Ditemukan Hingga Akhirnya Dikebumikan

MEDAN (12 Januari 2020). ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) merupakan suatu proses pelayanan rehabilitasi sosial kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang dimulai dari proses intake sampai pada proses terminasi. Dalam proses ATENSI, pemberian asesmen sampai kepada intervensi sosial menjadi sangat penting dalam menemukan kebutuhan PPKS.

Salah satu implementasi ATENSI yang telah dilakukan oleh Balai Bahagia Medan, Kementerian Sosial RI terkait penelantaran ODHA oleh keluarga. Sebut saja YT, wanita paruh baya ini mengalami persekusi oleh keluarganya dikarenakan status HIV positif dan penyakit TBC. Oleh keluarga YT sudah lama menjadi tuna wisma dengan alasan takut dengan penularan penyakit yang bersangkutan.

Kasus YT pertama sekali diketahui oleh tim Balai Bahagia Medan pada tahun 2020. Melalui rujukan Yayasan Medan Plus, YT sempat mendapatkan perlindungan melalui Rumah Antara Balai Bahagia sembari melakukan pendekatan komunikasi ke keluarga suami di Langsa, Aceh dan keluarga besar yang bersangkutan di Simpang Kantor, Medan Belawan, Sumatera Utara.

Dari proses asesmen diperoleh selain yang bersangkutan positif HIV dan TBC, juga mengalami kondisi depresi akibat penyakit tersebut. Melalui manajer kasus yang ditunjuk oleh Kepala Balai Bahagia, Sri Wibowo telah dilakukan upaya upaya intervensi sosial kepada penerima manfaat tersebut.

Maidinse Hutasoit, selaku manajer kasus penerima manfaat tersebut telah melakukan berbagai upaya baik dengan berkoordinasi ke dinas terkait hingga membuka komunikasi dengan pihak keluarga. Hasilnya keluarga menolak untuk melakukan perawatan di rumah. Dari sini, peran pemerintah melalui Balai Bahagia berkoordinasi dengan Yayasan Medan Plus, Rumah Sakit Pirngadi dan Yayasan Aisyiyah Medan.

Balai Bahagia Medan juga telah melakukan rujukan ke rumah sakit terkait kondisi kesehatan dari penerima manfaat. Setelah dilakukan pendampingan ke rumah sakit, penerima manfaat kemudian mendapatkan perlindungan sementera di Yayasan Aisyah Medan melalui rujukan dari Balai Bahagia Medan.

Pada tanggal 30 Desember 2020, Dinas Sosial Kota Medan melayangkan surat kepada Balai Bahagia terkait permohonan rehabilitasi sosial atas YT dikarenakan adanya salah satu warga positif HIV dan telah di rawat di Rumah Sakit Bandung Medan dan tengah dalam perawatan Yayasan Aisyah Muhammadiah Medan. Atas respon tersebut, melalui arahan Kepala Balai Bahagia Medan menginstruksikan untuk dilaksanakan asesmen kembali kepada penerima manfaat.

Setelah melakukan koordinasi dengan Yayasan Aisyah diperoleh informasi bahwasanya yang bersangkutan dilarikan ke rumah sakit Adam Malik Medan dikarenakan mengalami gangguan lambung. Penerima manfaat sempat dirawat selama 4 (empat) hari sebelum pada akhirnya dirujuk ke RS. Pirngadi Medan untuk mendapatkan rawat jalan terkait akses ARV dan penyembuhan penyakit TBC-nya.

Tanggal 4 Januari 2021, sesaat sebelum penerima manfaat dibawa untuk rawat jalan ke RS. Pirngadi Medan, yang bersangkutan melarikan diri dari Yayasan Aisyah Medan. Dibantu oleh berbagai pihak pada akhirnya penerima manfaat tersebut ditemukan keesokan harinya dan segera dilarikan ke RS. Pirngadi untuk dilakukan rawat inap terkait kondisinya yang semakin memperihatinkan.

Penerima manfaat dirawat inap selama 3 (tiga) hari sebelum akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Selama dalam perawatan di RS. Pirngadi, Balai Bahagia beserta jajaran lainnya melakukan asesmen kedaruratan terkait rumah singgah sementara untuk yang bersangkutan. Hasil dari asesmen tersebut kemudian diputuskan untuk sementara penerima manfaat menerima layanan residensial di dalam balai sembari dilakukan pendekatan kepada keluarga dan pendampingan rawat jalan ke rumah sakit.

“Kita harus kawal penerima manfaat tersebut sampai selesai,” kata Wibowo pada saat asesmen kedaruratan yang dilakukan kepada penerima manfaat.

Sabtu, 9 Januari 2021 petugas dari Balai Bahagia Medan kembali melakukan pendekatan kepada keluarga penerima manfaat yang ada di Kota Medan. Hasil yang didapat, keluarga tetap menolak untuk menerima kembali penerima manfaat di keluarga dikarenakan dalam keluarga terdapat bayi yang masih rentan tertular penyakit. Apalagi kondisi penerima manfaat yang masih TBC aktif. Hasil yang diperoleh kemudian dirampungkan untuk mengumpulkan berbagai LKS dan yayasan terkait untuk mencapai bentuk intervensi sosial lanjutan yang akan diberikan kepada penerima manfaat.

Jadwalpun telah diperoleh dan seluruh pihak telah dihubungi untuk melakukan asesmen lanjutan pada keesokan harinya 10 Januari 2021.
Selama mendapatkan perawatan di dalam balai, Balai Bahagia Medan melalui struktural, pekerja sosial dan perawat selalu berkomunikasi dalam memberikan pelayanan rehabilitasi sosial kepada penerima manfaat. Pemenuhan kehidupan layak, pemberian obat-obatan serta kebersihan penerima manfaat tetap diperhatikan. Melalui perawat Balai Bahagia Medan, penerima manfaat dengan rutin dicek perkembangan kesehatannya.

Namun takdir berkata lain. Pada tanggal 10 Januari 2021 tepat pukul 08.00 WIB, penerima manfaat menghembuskan napas terakhir di Balai Bahagia Medan. Sri Wibowo yang pertama sekali mendengarkan kabar ini langsung menghubungi pihak terkait diantaranya Medan Plus, Yayasan Aisyah dan Yayasan PESAT (Persatuan Masyarakat Sehat) dan tentunya pihak balai yang terkait langsung terhadap rehabilitasi sosial penerima manfaat.

Seluruh pihak terkait berkumpul di Balai Bahagia Medan untuk mengurus jenazah penerima manfaat. Pada saat yang bersamaan pihak Balai Bahagia Medan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Medan dan Dinas Pertamanan Kota Medan terkait lahan pemakaman yang akan digunakan. Selain itu manajer kasus mendatangi keluarga untuk memberitahukan kondisi penerima manfaat yang telah meninggal dunia sekaligus menyerahkan surat pernyataan bahwasanya jenazah akan diurus oleh pihak Balai Bahagia Medan.

Dibantu oleh Yayasan Aisyah, jenazah kemudian dimandikan untuk kemudian dilakukan sholat jenazah yang berlokasi di Asrama Teratai Balai Bahagia Medan. Bantuan ambulans dari Yayasan PESAT dan Yayasan Aisyah juga sangat membantu dalam rangka pemulasaran jenazah penerima manfaat.

Jenazah kemudian diberangkatkan dari Balai Bahagia Medan untuk dikebumikan setelah sholat ashar pukul 17.30 di Pemakaman Umum Deli Tua, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Humas Balai Karya Bahagia Medan

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Selamat Datang

Silahkan pilih Layanan yang anda inginkan

Pelayanan Dalam Balai

Informasi tentang Pelayanan yang diberikan di dalam BRSODH Bahagia Di Medan

Respon Kasus

Informasi tentang Pelayanan yang diberikan berdasarkan Laporan Masyarakat dan kaitannya dengan Pelayanan Luar BRSODH Bahagia Di Medan

Konseling

Pelayanan konsultasi Psikologi bagi masyarakat terkait HIV AIDS

Pengaduan Masyarakat

Media bagi Masyarakat untuk Melaporkan tentang Pelayanan BRSODH Bahagia Di Medan

Sahabat ODHA

Masyarakat yang ingin memberikan dukungan bagi ODHA
Chat Support
×