Informasi dan Pengetahuan Dasar Mengenai HIV/AIDS

0
4424
sumber gambar : https://fyi.idntimes.com/hiv-aids-gerilya-melawan-stigma

Beberapa waktu lalu, tepatnya Selasa, 9 April 2019, telah dilaksakannya kegiatan Ceramah HIV bagi Penerima Manfaat Time Bound Shelter 6 (enam) bulan. Berlangsung di aula BRSODH “Bahagia” di Medan. Dalam kegiatan tersebut turut diundang  narasumber dari profesi kesehatan yaitu dokter yang bersertifikasi dalam penanganan penderita HIV/AIDS. Narasumber dalam kesempatan tersebut memberikan 3 (tiga) materi berkaitan dengan HIV/AIDS, yaitu Kesehatan Reproduksi, Pengenalan HIV/AIDS dan Stadium yang menyertainya serta Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA).

Pada kesempatan ini pula dijelaskan  mengenai hal yang berkaitan dengan HIV dengan  lebih rinci berdasarkan materi yang dipaparkan narasumber. Materi yang akan diulas saat ini adalah Pengenalan dasar HIV/AIDS.

Materi ini  berkisar tentang :

a. Pengertian dan perbedaan HIV dan AIDS :

Human Immunodeficincy Virus (HIV) merupakan virus penyebab AIDS yang melemahkan kekebalan tubuh, dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) yaitu kumpulan gejala/penyakit akibat menurunnya kekebalan tubuh yang didapat dari infeksi HIV.

b. Penularan HIV dan AIDS,

Melalui berhubungan seks beresiko/tidak aman, tranfusi darah yang mengandung HIV, pengguna narkoba suntik bergantian dan ibu penerita HIV kebayi pada saat kehamilan, persalinan dan menyusui (MTCT = Mother To Child Transmission).

Hubungan sosial biasa tidak dapat menularkan HIV, karena hubungan sosial biasa tidak memungkinkan terjadinya pertukaran cairan tubuh yang dapat menularkan HIV.

Desain gambar : Penerima Manfaat program TBS 6 bulan Jurusan Desain Grafis BRSODH “Bahagia” Medan

c. Prinsip dalam penularan HIV, yang dikenal dengan istilah ESSE yaitu prinsip dimana dimungkinkan untuk terjadi penularan HIV dari satu manusia ke manusia lainnya.

sumber gambar : https://www.odhaberhaksehat.org/2012/hiv-hanya-bisa-menular-jika-baca-artikel-ini/
  • Exit maksudnya adalah jalan keluar bagi cairan tubuh yang mengandung HIV dari dalam tubuh keluar tubuh;
  • Survive adalah cairan tubuh yang keluar harus mengandung virus yang tetap bertahan hidup;
  • Sufficient yaitu jumlah virus yang cukup untuk menularkan/menginkubasi ke tubuh seseorang;
  • Enter adalah alur masuk di tubuh manusia yang memungkinkan kontak dengan cairan tubuh yang mengandung HIV.

d. Window Period (masa jendela)

Masa dimana seseorang mulai tertular HIV sampai dengan timbul antibodi HIV. Artinya bila seseorang tertular HIV, selama 12 minggu atau lebih pasca paparan HIV orang tersebut bila diperiksa anti HIV hasilnya akan negatif, karena pada masa tersebut antibodi HIV belum terbentuk, tetapi sebenarnya orang tersebut sudah terinfeksi HIV dan pada masa inilah HIV sangat efektif ditularkan kepada orang lain. Tes HIV adalah cara untuk mengetahui apakah seseorang sudah terinfeksi HIV

sumber gambar : https://www.odhaberhaksehat.org/hiv/tes-hiv/

f. Penyakit dan Stadium terkait HIV

Tanda awal manifestasi HIV dimana sistem kekebalan tubuh mulai melemah, tetapi tidak otomatis menunjukkan seseorang terinfeksi HIV. Perlu curiga infeksi HIV terutama bila penyakit sering kambuh dan sulit diobati atau ada perilaku yang beresiko.

Stadium klinis HIV (WHO) dibagi dalam 4 (empat) stadium, yaitu :

  • Stadium I         : belum timbul gejala dan adanya pembesaran kelenjar limfa;
  • Stadium II        : Berat badan (BB) menurun infeksi saluran nafas herpes zooster ulkus mulut, ruam kulit, infeksi jamur kuku;
  • Stadium III       : Berat badan (BB) menurun diare kronis lebih dari sebulan, demam menetap, TB paru, kandidiasis dan anemia;
  • Stadium IV        : Wasting syndrome, Toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, herpes simplek, sarkoma kaposi, TB extraparu, meningitis kriptokokus, encefalopati HIV, dll.
Strategi Pemerintah Cegah HIV/AIDS

e. Penvegahan HIV/AIDS dengan prinsip ABCDE, yang mana penjelasan sebagai berikut :

  • Abstinensia ( Puasa seks bagi yang belum menikah )
  • Be faithfull ( Saling setia pada pasangan bagi yang sudah menikah )
  • Condom ( Gunakan kondom bagi yang berhubungan seks beresiko )
  • Dont drug ( Jangan pakai narkoba suntik )
  • Education ( Ajari orang sekitar kita informasi tentang HIV yang benar )

(Sumber : Materi Ceramah HIV, dr. Titin Wahyuni, UPT Puskesmas Padang Bulan)

Penulis : Helmayuni

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here