PELAKSANAAN ASISTENSI REHABILITASI SOSIAL TUNA SOSIAL DAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG

IMPLEMENTASI

Implementasi dilakukan dengan berbasis keluarga, komunitas, dan/atau residensial.

1. Basis keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang merupakan lembaga sosi alisasi pertama dan utama dalam masyarakat yang berperan penting dalam mewujudkan kesejahteraan anggotanya.
Pada posisi tersebut keluarga memiliki fungsi-fungsi berikut:

  1. Keluarga sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis;
  2. Keluarga sebagai tempat berlindung yang utama;
  3. Keluarga sebagai tempat PPKS untuk menjalankan peran dan mengaktualisasikan dirinya;
  4. Keluarga yang baik, harmonis dan bahagia sebagai tempat bagi PPKS dalam meningkatkan      kualitas kesejahteraan sosialnya; dan
  5. Keluarga yang tidak peduli, tidak harmonis, dan penuh konflik akan beresiko bagi kesehatan fisik dan psikis PPKS.
    Melihat uraian di atas tampak bahwa keluarga merupakan tempat terbaik bagi PPKS yang harus didukung, didampingi dan diperkuat agar pemenuhan hak dan kebutuhan PPKS dapat terwujud. Keluarga yang memerlukan pelayanan kesejahteraan sosial atau yang anggotanya memerlukan pelayanan kesejahteraan sosial tersebar di berbagai provinsi. Balai/Loka TS-KPO yang memiliki jangkauan wilayah yang luas yang membuat Balai/Loka mustahil melakukan
    sendiri semua tahapan pelayanan ATENSI di tengah keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu Balai/Loka wajib bermitra dengan LKS dan mendayagunakan pekerja sosial, tenaga kesejahteraan sosial, relawan sosial serta sumber-sumber lokal lain yang tersedia dan
    memenuhi kualifikasi.
    Dengan demikian ATENSI berbasis keluarga dapat dimaknai sebagai pelayanan kepada PPKS yang dilaksanakan di dalam keluarga melalui dukungan LKS-LKS setempat yang bekerjasama
    dengan Balai/Loka. ATENSI dengan pendekatan berbasis keluarga dapat dilaksanakan melalui Dukungan Keluarga secara Intensif (Intensive Family Support) dan Layanan di Luar Keluarga Inti (Out of Home Care Services). Dukungan Keluarga secara Intensif dapat dilakukan melalui layanan mediasi keluarga, preservasi/pemeliharaan keutuhan keluarga, reunifikasi (orangtua, keluarga, kerabat), lingkar dukungan antar keluarga, dan dukungan komunitas seperti paguyuban.
    Layanan di Luar Keluarga Inti dapat dilakukan melalui layanan keluarga pengganti, lembaga rujukan berbasis temporary shelter seperti LKS atau fasilitas kesehatan dan advokasi.

2. Basis Komunitas
Pendekatan komunitas dengan mengoptimalkan peran LKS dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Setiap masyarakat mempunyai potensi untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial yang ada secara mandiri dengan mengorganisir diri untuk mengelola sumber daya manusia, alami
    dan sosialnya.
  2. Komunitas merupakan lingkungat terdekat bagi PPKS dalam pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis.
  3. Komunitas yang memiliki kesadaran bersama akan melindungi PPKS dari kerentanan, stigma dan diskriminasi. LKS menjadi penggerak utama bagi keluarga dan komunitas untuk mendampingi/mengasuh PPKS.
  4. Komunitas dengan demikian merupakan sumber pertolongan terdekat dengan keluarga PPKS yang harus dikuatkan melalui LKS agar lebih sensitif dan responsif dalam mencegah dan menyelesaikan permasalahan yang dialami PPKS.

3. Basis Residensial
Pendekatan berbasis residensial mendorong Balai/Loka untuk memainkan peran sebagai alternatif terakhir dari kontinum pelayanan rehabilitasi sosial dan menjalankan fungsi sebagai pemberi dukungan bagi keluarga dan komunitas. Berikut ini adalah ketentuan-ketentuan mengenai ATENSI berbasis residensial:

  1. Pelayanan berbasis institusi/ residensial merupakan alternatif terakhir setelah pelayanan berbasis keluarga dan komunitas.
  2. Layanan residential melalui Balai Rehsos, Panti Rehsos atau LKS menjadi kebutuhan bagi PPKS yang tidak memiliki keluarga atau ditelantarkan oleh keluarga atau keluarga yang tak mampu mengasuh PPKS karena permasalahan ekonomi dan sosial;
  3. Perawatan/Pengasuhan di Panti atau LKSdapat menjamin kualitas kesejahteraan sosial bagi terpenuhinya kebutuhan fisik, psikologis dan sosial PPKS yang dilaksanakan secara temporer;
  4. Layanan Residensial merupakan alternatif terakhir. Maka, UPT Pusat/ Balai sebagai centrelink/SERASI harus memfokuskan pelayanannya kepada meningkatkan kapasitas UPT Daerah & LKS agar lebih bisa memfokuskan kegiatannya pada penguatan dukungan keluarga agar PPKS terlantar/rentan/berkebutuhan khusus dapat sesegera mungkin kembali kepada keluarga.

Selamat Datang

Silahkan pilih Layanan yang anda inginkan

Chat Support
×