Komisi VIII DPR RI Kunjungi Balai Karya Bahagia Medan Dengarkan Aspirasi

MEDAN, (15 JUNI 2021) - Balai Karya Bahagia Medan dikunjungi Komisi VIII DPR RI yang diwakili oleh Syarif Darmawan selaku Staf Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI. Kunjungan dihadiri pula oleh Soni Manalu selaku Staf Ahli Menteri Sosial bidang Aksesibilitas Sosial, Waskito Budi Kusumo selaku Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, dan perwakilan dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyalahgunaan NAPZA.
                                                             Soni Manalu dan Staff Ahli Komisi VII DPR RI Memberikan Penjelasan
Lyana Siregar selaku Kepala Balai Karya Bahagia Medan memaparkan kinerja Balai dalam melaksanakan rehabilitasi sosial. "Pelaksanaan rehabilitasi sosial di Balai Karya Bahagia Medan saat ini telah melampaui target, yakni lebih dari 1.020 Orang dengan HIV telah menerima ATENSI. Anggaran yang tersisa akan digunakan untuk memberikan multi layanan kepada PPKS selain ODH." jelas Lyana saat memberikan sambutan. Dalam kunjungan Komisi VIII DPR RI ini, Soni Manalu menjelaskan pentingnya dukungan dan peran pemerintah pada penanganan HIV-AIDS dan penyalahgunaan NAPZA. "Negara kita merupakan satu-satunya di dunia yang memiliki institusi dan melayani HIV di dalam gedung. Pemerintah dapat memberikan perhatian lebih pada penyelenggaraan penanganan HIV." tutur Soni
                                                                               Penyerahan Bantuan Secara Simbolis
Soni Manalu berharap kehadiran Komisi VIII dapat menyerap aspirasi dan memperjuangkan ODHA dan Korban Penyalahgunaan NAPZA, salah satunya melalui peningkatan anggaran. "Balai harus berkolaborasi dengan LKS dalam melakukan proses pelayanan. Jangan lupa bahwa kita hidup melayani sesama." ujarnya. Soni Manalu dan Syarif Darmawan menyerahkan bantuan ATENSI secara simbolis kepada salah satu Penerima Manfaat dampingan dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Selain itu, Soni Manalu bersama Staf Tenaga Ahli Komisi VIII meninjau Kedai Kopi yang dikelola oleh Orang dengan HIV.
                                                                  Meninjau Kedai Kopi Balai Karya Bahagia Medan
Syarif Darmawan menyempatkan diri berdialog dengan pengelola Kedai Kopi. Pengelola yang merupakan ODH berharap masyarakat dapat menerima dan menghilangkan stigma terhadap ODH. Syarif menyampaikan harapannya disela-sela pembicaraannya "Diharapkan ODH dapat mandiri dan diterima oleh masyarakat"   Humas Balai Karya Bahagia di Medan
Read more...

Kementerian Sosial Melalui Balai Karya Bahagia Medan Hadir, DA Tersenyum Membawa Bayinya Pulang

MEDAN, (14 Mei 2021) - Balai Karya Bahagia Medan mendapat laporan mengenai seorang Ibu dengan inisal DA yang melahirkan di RS Full Bethesda yang berlokasi di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, namun tidak diijinkan pulang karena terkendala pelunasan biaya operasi pada Rabu (12/05). Kepala Balai Karya Bahagia Medan, Sumarno Sri Wibowo menugaskan dua Pekerja Sosial yaitu Maidinse Hutasoit dan Bambang Thesia untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Tim kemudian menuju RS Full Bethesda.
                                                                                                 Koordinasi Pekerja Sosial di lapangan
Suami DA yang berinisial B telah melakukan upaya bernegosiasi dengan rumah sakit dan akan mencicil setiap bulan. Upaya ini tidak membuahkan hasil. Selain itu B juga berkomunikasi dengan Kepala Dusun dan JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) untuk menjembatani mediasi dengan rumah sakit. B juga mencoba mengurus SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dengan harapan rumah sakit memberikan keringanan biaya. Pemerintah setempat seperti Kepala Dusun, Kepala Desa, dan Camat mencoba bernegosiasi namun pihak Rumah Sakit bersikukuh agar B dan DA membayar jaminan sebesar biaya operasi. Organisasi JPKP PIC Sumatera Utara pun ikut membantu namun belum membuahkan hasil, hingga akhirnya meminta bantuan pihak Balai Karya Bahagia Medan untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Pekerja Sosial dari Balai Karya Bahagia berkomunikasi dan melaksanakan asesmen terhadap keluarga pasien untuk mengetahui secara pasti permasalahan yang terjadi. Selanjutnya pekerja sosial juga mencoba berkomunikasi dengan pihak Rumah Sakit melalui Humas untuk melaksanakan mediasi dan negosiasi terkait permasalahan yang menimpa Ibu DA.
                                                                                                 Penandatanganan Surat Kesepakatan
Pekerja sosial bersama beberapa pihak, yaitu Sekretaris Desa, JPKP, Babinsa melaksanakan mediasi dan negosiasi dengan pihak Rumah Sakit untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh DA. Hasil upaya mediasi dan negosiasi ditindaklanjuti dalam bentuk surat kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh para saksi dari setiap unsur yang hadir yaitu Balai Karya Bahagia Medan, JPKP, Sekretaris Desa, Babinsa dan 3 (tiga) orang dari pihak rumah sakit meliputi pengacara dan bagian administrasi.
                                                                             Penjelasan Mengenai Surat Kesepakatan
Berdasarkan kesepakatan tersebut, DA dan bayinya diijinkan pulang. Keluarga merasa bahagia dan lega karena DA dan bayinya diijinkan pulang oleh pihak rumah sakit.   Penulis : Tim Humas dan Maidinse Hutasoit
Read more...
Asesmen terhadap Gepeng

Terjaring Operasi Penertiban, Balai Karya Bahagia Medan Lakukan Asesmen Bagi 5 PPKS

MEDAN (5 Mei 2021). Balai Karya Bahagia Medan menindaklanjuti surat dari Dinas Sosial Kota Medan terkait permohonan asesmen terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) kluster gelandangan dan pengemis yang terjaring dalam operasi penertiban. Kepala Balai Karya Bahagia Medan, Sumarno Sri Wibowo menugaskan 4 orang Pekerja Sosial untuk melakukan asesmen terhadap 5 PPKS. Pekerja Sosial berkoordinasi dengan dengan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Medan, Fahrul Rozi Pane sebelum melakukan asesmen terhadap PPKS. "Kami berterima kasih kepada Balai, karena telah merespon surat dan bersedia untuk melakukan asesmen kepada gelandangan dan pengemis yang terjaring razia di lampu merah Gajah Mada." Ujarnya.
Pekerja Sosial berkoordinasi dengan Kepala Bidang Rehsos Dinsos Kota Medan
Berdasarkan hasil asesmen, 4 PPKS dipulangkan agar mereka mendapatkan dukungan dan penguatan dari keluarga untuk tidak kembali menjadi gelandangan dan pengemis.
Pekerja Sosial memberikan dorongan kepada keluarga dalam mendukung keberfungsian sosial PPKS
Sedangkan 1 PPKS menerima layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), yakni dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak berupa pangan, sandang, dan tempat tinggal sementara. Terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, dan terapi vokasional diberikan pula untuk meningkatkan kualitas hidup PPKS. Balai Karya Bahagia Medan juga berupaya untuk menjangkau keluarga PPKS agar PPKS menerima dukungan dan penguatan dari keluarga.   Tim Humas Balai Kasrya Bahagia Medan
Read more...

Balai Karya Bahagia Medan Laksanakan Vaksin COVID-19

Medan (30/04/2021), Balai Karya Bahagia di Medan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Medan melaksanakan vaksin covid-19 dalam rangka penanganan covid-19 di lingkungan kerja balai. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Balai Karya Bahagia Medan.
                                                                     Pelaksanaan Vaksin Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Medan
                                                                                        Vaksinasi diikuti oleh semua pegawai
Read more...

Tanggap Aduan Masyarakat, Balai Karya Bahagia Medan Laksanakan Atensi Kepada Odha Di Kota Medan

(MEDAN, 29 April 2021). Balai Karya Bahagia Medan mendapat laporan adanya PPKS dengan inisial PA yang kondisi fisiknya memburuk di Medan. Sumarno Sri Wibowo, Kepala Balai Karya Bahagia Medan menugaskan dan mengarahkan Pekerja Sosial Winner GS serta Bambang Thesia dengan koordinasi bersama Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial, Tien Septemberiawati untuk menindaklanjuti hal tersebut. Pekerja sosial kemudian melaksanakan asesmen secara komprehensif kepada PA pada 28 April 2021. Berdasarkan hasil wawancara, PA dinyatakan positif HIV pada April 2017 dengan hasil CD4 194. Meskipun demikian, PA berusaha mandiri dengan membangun usaha salon dibantu rekan sesama waria.
Pekerja Sosial melaksanakan asesmen komprehensif
Pada Maret 2021 PA mengalami putus obat sehingga kondisi fisiknya memburuk dengan komplikasi gangguan lambung akut. Pemeriksaan dan perawatan oleh dokter dan perawat dijalani di rumah dengan biaya mandiri. Hal ini membuat pendapatan PA berkurang ditambah usaha salonnya yang sepi karena pandemi. Menurut pengamatan pekerja sosial, PA tampak lemah, kurus dan terbaring di tempat tidur. PA kesulitan melakukan aktivitas pribadi sehari-hari seperti mandi, makan, dan mencuci pakaian sehingga membutuhkan bantuan teman.
Asesmen dilaksanakan oleh pekerja sosial
Selain itu pekerja sosial juga melakukan kontak dengan keluarga dari PA untuk menginformasikan perihal kondisi tersebut. Hal tersebut dilakukan setelah mendapat informasi mengenai keluarga PA dari rekan komunitasnya. Kakak dari PA sudah mengetahui perihal status HIV adiknya sedangkan kedua orangtuanya belum mengetahui.
Case Conference Membahas Asesmen Komprehensif Terhadap PA
Berdasarkan hasil asesmen komprehensif yang telah dilakukan, dibutuhkan pembahasan kasus untuk ATENSI lebih lanjut. Case Conference kemudian diadakan pada 29 April 2021 dan menghasilkan rencana intervensi berupa, PA membutuhkan bantuan aksesibilitas ke layanan kesehatan, dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak berupa nutrisi dan terapi psikososial berupa kepatuhan konsumsi ARV.   Penulis : Tim Humas dan Winner GS  
Read more...

Balai Karya Bahagia Medan Laksanakan Asesmen Komprehensif

MEDAN (14 April 2021) , Balai Karya Bahagia Medan melaksanakan asesmen komprehensif kepada penerima manfaat program ATENSI berbasis komunitas melalui Yayasan Galatea. Pekerja Sosial Balai Karya Bahagia Medan melaksanakan asesmen komprehensif kepada 75 orang dengan HIV yang berlangsung selama 4 hari (13 s.d 16 April) bertempat di Yayasan Galatea. Kegiatan asesmen komprehensif dilakukan secara sinergi antara Pendamping Sosial ODHA yang ada di Yayasan Galatea dengan Pekerja Sosial Balai Karya Bahagia Medan untuk menentukan jenis kebutuhan dari penerima manfaat, agar nantinya layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Asesmen Penerima Manfaat di Yayasan Galatea
Kepala Balai, Sumarno Sri Wibowo melalui telepon menyampaikan bahwa, "Kerjasama dilaksanakan oleh Balai agar orang dengan HIV mendapatkan dampingan tidak hanya dari komunitas saja tetapi juga dapat menerima layanan ATENSI melalui Balai Karya Bahagia. Dengan mendapatkan layanan ATENSI diharapkan penerima manfaat dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar." jelasnya. Badu, perwakilan dari Yayasan Galatea menyampaikan, "Yayasan Galatea menyambut hangat kedatangan Petugas Balai. Kami pun sudah menyiapkan tempat bagi Pekerja Sosial agar asesmen terlaksana secara kondusif." ucapnya.
Pekerja Sosial Usai Melaksanakan Asesmen Penerima Manfaat
Hasil kegiatan asesmen menunjukan bahwa terdapat Penerima Manfaat yang memerlukan layanan pada komponen ATENSI dalam bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak berupa tambahan nutrisi dan sembako, serta terapi psikososial berupa layanan dukungan psikososial dan konsultasi psikologi. Adanya kegiatan asesmen komprehensif, Wibowo berharap pelaksanaan asesmen dapat terlaksana secara optimal sehingga menjadi rekomendasi Pekerja Sosial untuk menentukan layanan ATENSI yang tepat bagi penerima manfaat. Selanjutnya hasil asesmen ditindaklanjuti dengan memberikan ATENSI berbasis komunitas melalui Yayasan Galatea.
Read more...

Kerjasama dengan LKS sebagai Bentuk Penguatan Peran Komunitas dalam Implementasi Atensi

(Jambi, 9 April 2021) Balai Karya Bahagia Medan melaksanakan ATENSI dengan berbagai kegiatan yang mendukung upaya rehabilitasi sosial bagi orang dengan HIV. Pentingnya kerjasama dan kolaborasi dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) atau Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) yang berfokus pada layanan bagi orang dengan HIV dapat mempercepat penjangkauan kepada calon Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). LKS dan KDS merupakan kelompok atau organisasi sosial yang menyelenggarakan layanan kesejahteraan sosial. Kerjasama tersebut diharapkan dapat mendukung upaya Balai Bahagia Medan melaksanakan ATENSI dengan optimal dan tepat sasaran.
                                                                        Penandatangan MOU Antara Balai Karya Bahagia Medan dengan Yayasan Sahabat Jambi
Upaya yang dilaksanakan oleh Balai Karya Bahagia Medan salah satunya adalah mengadakan kesepakatan bersama dengan salah satu LKS yaitu Yayasan Sahabat Jambi pada 9 April 2021 lalu. Kerjasama ini dituangkan dalam bentuk penandatangan nota kesepahaman (MOU) oleh Balai Karya Bahagia Medan, Sumarno Sri Wibowo dengan Ketua Yayasan Sahabat Jambi, Benny Suse Putra. MOU ini merupakan wujud kerjasama kemitraan dalam mensukseskan program ATENSI berbasis Komunitas. Melalui kerjasama atau MoU antara Balai Karya Bahagia Medan dengan LKS maka akan lebih mempercepat dalam implementasi Atensi berbasis komunitas.
                                                                                                                             Penyerahan Bantuan ATENSI
Selain agenda penandatanganan MOU, Kepala Balai Karya Bahagia Medan, dalam kunjungannya ke Jambi juga memberikan bantuan ATENSI kepada salah satu PPKS di Jambi, yaitu Ibu VS dan anaknya A. Pemberian bantuan ATENSI ini didasarkan pada hasil asesmen yang telah dilakukan dimana VS dan anaknya kesulitan mendapatkan tempat tinggal yang layak karena adanya penolakan dari keluarga dan masyarakat terkait status HIV nya. Sementara ini, VS dan A tinggal di Rumah Singgah IPWL Yayasan Kanti Sehati Sejati dan dukungan pemenuhan hidup layak berupa susu A dibantu oleh BRSAMPK Alyatama Jambi. Balai Karya Bahagia Medan merespon permasalahan tersebut dengan memberikan dukungan pemenuhan hidup layak berupa tempat tinggal sementara. Diharapkan bantuan tersebut meringankan beban VS dan anaknya.   Humas Balai Bahagia Medan
Read more...

Optimalkan Rencana Sentra Kreasi ATENSI (SKA), Balai Karya Bahagia Medan Adakan Rapat Persiapan SKA

MEDAN (31 Maret 2021), Balai Karya Bahagia Medan menyelenggarakan Rapat Persiapan Sentra Kreasi ATENSI (SKA) yang berlangsung di Kedai Kopi Bahagia. Rapat diikuti oleh pegawai Balai Karya Bahagia dan perwakilan Yayasan Galatea serta mendatangkan narasumber yakni Imron Rosadi yang bertugas di Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdangangan Orang (RSTS-KPO).
Wibowo menyampaikan sambutan rencana SKA
Kepala Balai, Sumarno Sri Wibowo menyampaikan bahwa Balai Karya Bahagia akan memperkuat layanan Balai dengan pemberdayaan sosial terhadap penerima manfaat. “Balai mempersiapkan Sentra Kreasi ATENSI (SKA) dengan harapan dapat membantu penerima manfaat dalam mengembangkan kewirausahaan dan mempromosikan hasil karya atau olahan mereka.” kata Wibowo dalam sambutannya. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Balai Karya Bahagia Medan sekarang bertanggungjawab memberikan layanan tidak hanya pada orang dengan HIV saja, namun juga kepada kluster yang khususnya ada di dalam Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang.
Imron menjelaskan tentang SKA
Imron menjelaskan tentang SKA
Imron Rosadi menjelaskan bahwa dalam mempersiapkan SKA dapat dilihat dari 3 (tiga) fungsi supervisi, yakni administrasi, teknis, dan substansi. “Pertama, Balai harus menyiapkan adminstrasi anggaran berupa pencatatan dan pelaporan, pemberian tugas, asesmen dan evaluasi. Kedua, Balai harus memahami siapa sasaran utamanya. Ketiga, hendaknya Balai menguasai substansi SKA, ini bisa kita lihat pada skema bisnis proses ATENSI.” ujarnya Berdasarkan hasil rapat, Balai Karya Bahagia akan mempersiapkan SKA dalam beberapa bidang, diantaranya adalah kuliner dan usaha laundry. Ruang dan lahan yang akan digunakan untuk mempersiapkan SKA pun tidak luput dari pembahasan rapat di mana akan ada perluasan ruangan dan perombakan pagar guna mendukung SKA.
Badu menanggapi rencana SKA yang akan dilaksanakan Balai
Badu selaku perwakilan dari Yayasan Galatea menyampaikan, “Kami dari Galatea berterima kasih dan mengapresiasi Kementerian Sosial melalui Balai Bahagia karena telah mengakomodir kebutuhan ODHA dari tahun ke tahun. Dengan adanya perluasan kluster dan Sentra Kreasi ATENSI kami harap penerima manfaat dapat baik secara aspek psikososial dan dapat meningkatkan keberdayaan dirinya dalam hal berwirausaha .” ucapnya Adanya persiapan SKA pada tahun ini, Wibowo berharap Balai dapat memperluas jejaring kerja dan bekerjasama dalam menyelenggarakan SKA. Dengan demikian, SKA akan terwujud secara optimal bagi penerima manfaat.   Humas Balai Karya Bahagia Medan
Read more...

151 ODHA di Bandar Lampung dapat ATENSI dari Balai Karya Bahagia Medan

BANDAR LAMPUNG (18 Maret 2021). Sebanyak 151 Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA) di Kota Bandar Lampung mendapatkan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial melalui Balai Karya Bahagia Medan. ODHA yang menerima Atensi merupakan dampingan KDS Jaringan ODHA Berdaya (JOB) Kota Bandar Lampung. Implementasi Atensi yang diberikan dalam pemenuhan kebutuhan layak hidup dengan pemenuhan sembako untuk 53 ODHA, pemenuhan nutrisi untuk 52 ODHA, pemenuhan nutrisi untuk 11 (sebelas) ADHA, pemenuhan pengembangan usaha untuk 14 ODHA, pemenuhan modal usaha untuk 16 ODHA. Selain itu, terdapat 5 (lima) ADHA yang mendapat implementasi Atensi dalam bentuk pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah untuk pembelajaran secara daring masing-masing 1 (satu) unit ponsel.
Kepala Balai, Sumarno Sri Wibowo menyerahkan secara simbolis ATENSI pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah kepada salah satu ADHA di KDS Jaringan ODHA Berdaya, Bandar Lampung.
Kepala Balai, Sumarno Sri Wibowo didampingi oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Lampung, Ratna Fitriani dan Kasubbag Tata Usaha Balai Karya Bahagia Medan, Lyana Siregar menyerahkan Atensi pemenuhan kebutuhan ODHA secara simbolis kepada penerima manfaat. Wibowo menyampaikan bahwa bentuk ATENSI yang diterima oleh ODHA merupakan hasil asesmen permasalahan dan kebutuhan para ODHA oleh Pekerja Sosial Balai Karya Bahagia Medan. "Atensi atau Asistensi Rehabilitasi Sosial merupakan program yang dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan para penerima manfaat. Contohnya dari data yang dikirim oleh KDS Jaringan ODHA Berdaya Bandar Lampung, kita melakukan asesmen dan melihat kebutuhan yang tepat untuk ODHA maupun ADHA.” Jelas Wibowo saat menyampaikan arahan terkait Asisten Rehabilitasi Sosial. “Misalnya, saat ini ada 5 (lima) ADHA yang masih sekolah dan tentunya butuh HP mengingat proses pembelajaran secara daring. Dari asesmen tersebut, kita melakukan Case Conference dan telah disepakati bahwa Balai Karya Bahagia Medan memberikan 1 (satu) unit HP kepada masing-masing ADHA. Selain itu, bagi ODHA yang membuka warung, ya kita sediakan kebutuhan untuk membuka warung misalnya beras, indomie, gula dan sembako lainnya. " tambah Wibowo. "Sekarang yang digadang-gadang ibu Mensos adalah pemberdayaan bagi Penerima Manfaat. Makanya kami berharap bisa besinergi dengan Dinas Sosial, LKS dan instansi terkait dalam memberdayakan teman-teman ODHA melaui kegiatan pengembangan usaha" pintanya agar ODHA bisa hidup mandiri dan berdaya.
Kabid Rehsos Dinsos Prov. Lampung, Ratna Fitriana menyerahkan secara simbolis ATENSI pemenuhan kebutuhan hidup layak kepada salah satu ADHA di KDS Jaringan ODHA Berdaya, Bandar Lampung.
Kabid Rehsos, Ratna Fitiriani mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI secara khusus kepada Balai Karya Bahagia Medan yang telah memberikan program Atensi kepada ODHA di Provinsi Lampung. Ratna berharap ODHA yang menerima pemenuhan kebutuhan layak hidup bisa memanfaatkan secara tepat. “Saya mewakili teman-teman ODHA disini, mengucapkan banyak terimakasih atas perhatian yang sudah diberikan Kementerian Sosial. Terima kasih atas semuanya, semoga ini bukan yang pertama kali, semoga ada lagi perhatian-perhatian yang lain” kata salah seorang Ibu dari ADHA yang mendapat Atensi dalam bentuk pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah. Humas Balai Karya Bahagia Medan
Read more...

Balai Karya Bahagia Medan Mengajak Stakeholder Dalam Meningkatkan Kemandirian PPKS Melalui Sentra Kreasi ATENSI

DELI SERDANG, (10 Maret 2021). Balai Karya "Bahagia" Medan menyelenggarakan kegiatan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tema Peningkatan Pengembangan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat. Kegiatan berlangsung di Pancur Gading Hotel & Resort selama 1 (satu) hari yang diikuti oleh mitra kerja Balai Karya “Bahagia” Medan. Kepala Balai, Sumarno Sri Wibowo sebagai narasumber pada kegiatan tersebut menjelaskan kebijakan terkait Asistensi Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV/AIDS. Terlebih, bagaimana peran Kementerian Sosial RI melalui balai bersinergi dengan stakeholder dalam mendorong kemandirian Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) melalui Sentra Kreasi ATENSI.
Kepala Balai, Sumarno Sri Wibowo saat menyampaikan arahan pada kegiatan Peningkatan Pengembangan Pelayanan Rehabilitasi Sosial
Kepala Balai, Sumarno Sri Wibowo saat menyampaikan arahan pada kegiatan Peningkatan Pengembangan Pelayanan Rehabilitasi Sosial
“Bapak/Ibu yang kami undang pada pertemuan ini, merupakan instansi yang kami harapkan dapat berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi para PPKS atau PMKS. Hal ini sesuai subtema kegiatan pertemuan hari ini bagaimana memandirikan PPKS ini seperti ODHA, gelandangan, pemulung, disabilitas dapat berkarya melalui program Sentra Kreasi Atensi” kata Kepala Balai yang akrab disapa Wibowo. “Kemensos saat ini sudah mempunyai dua Sentra Kreasi Atensi, pertama yang di Bekasi dan yang kedua di Temanggung. Dan juga akan direncanakan di Medan, di Balai Karya Bahagia Medan. Harapan kami, Bapak/Ibu yang hadir baik dari Dinsos, Dinas Koperasi, BNI, dan yang terkait bisa memberikan gagasan atau usulan terkait kegiatan-kegiatan yang bisa diberdayakan kepada para PPKS” pintanya.
Guru Besar USU, Rita Dalimunthe tampak sedang berdiskusi dengan peserta secara daring
Sementara itu narasumber Rita Dalimunthe yang merupakan Guru Besar Universitas Sumatera Utara turut memberi semangat kepada para peserta yang hadir dalam hal semangat berwirausaha khususnya bagi para PPKS. Informasi tersebut disampaikan oleh Rita Dalimunthe secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Peserta yang hadir pada kegiatan ini antara lain Dinas Koperasi UMKM Kota Medan, Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Dinas Sosial Deli Serdang, KPA Provinsi Sumatera Utara, KPA Kota Medan, Yayasan Galatea, Kancab BNI Krakatau, Kelompok Peduli Kota Medan (KPEMA), P3M Humas Balai Karya “Bahagia” Medan
Read more...

Selamat Datang

Silahkan pilih Layanan yang anda inginkan

Pelayanan Dalam Balai

Informasi tentang Pelayanan yang diberikan di dalam BRSODH Bahagia Di Medan

Respon Kasus

Informasi tentang Pelayanan yang diberikan berdasarkan Laporan Masyarakat dan kaitannya dengan Pelayanan Luar BRSODH Bahagia Di Medan

Konseling

Pelayanan konsultasi Psikologi bagi masyarakat terkait HIV AIDS

Pengaduan Masyarakat

Media bagi Masyarakat untuk Melaporkan tentang Pelayanan BRSODH Bahagia Di Medan

Sahabat ODHA

Masyarakat yang ingin memberikan dukungan bagi ODHA
Chat Support
×