Banjir di Nias Utara, Balai Karya Bahagia Medan Kirim Bantuan

0
39

NIAS UTARA (16 Agustus 2021). Banjir melanda Nias Utara pada 14 Agustus 2021 dan menerjang 11 kecamatan di daerah tersebut. Korban banjir di Kecamatan Sitolu Ori Desa Hilimbosi sebanyak 451 keluarga, Kecamatan Lahewa Timur Desa Muzoi 231 keluarga, Kecamatan Lahewa Timur Desa Tetehosi sorowi 155 keluarga, Kecamatan Lotu Desa Lawira Satua 102 keluarga, Kecamatan Lotu Desa Hilidundra 161 keluarga, Kecamatan Alasa Desa Ononamolo Tumula 202 keluarga, dan Kecamatan Alasa Talu Muzoi Desa Hilimbowo Kare 174 keluarga.

Banjir tersebut menyebabkan beberapa kerusakan seperti rumah, jalan dan kebun warga. Kementerian Sosial melalui Balai Karya Bahagia Medan kemudian merespon musibah tersebut dengan mengirimkan bantuan guna meringankan beban para korban banjir.

Kepala Balai, Lyana Siregar bersama tim langsung terjun ke lokasi meninjau posko pengungsian dan kondisi para korban serta mengirimkan bantuan.
“Bantuan sesegera mungkin dikirimkan untuk membantu para korban” tukas Lyana Siregar dalam kunjungannya ke Nias Utara.
Bantuan berupa beras 200 kg, makanan kaleng 4 kardus, telur 22 papan, mie instan 30 kardus, garam 20 bungkus, gula 20 kg, pembalut 20 bungkus, miehun 3 bungkus, air mineral 8 kardus, teh 25 kotak dan minyak goreng 108 liter disiapkan dengan harapan dapat mencukupi kebutuhan para korban selama dalam pengungsian.

Respon cepat Balai Karya Bahagia Medan tak lepas dari instruksi Menteri Sosial, Tri Rismaharini untuk segera meninjau lokasi bencana tersebut. Balai Karya Bahagia Medan juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat, Tagana dan Babinsa untuk mengetahui kondisi terkini dan kebutuhan para pengungsi. Koordinasi tersebut diharapkan mempermudah pemberian bantuan dan tentunya tepat sasaran .

Balai Karya Bahagia Medan di hari pertama mengunjungi Pendopo Nias Utara untuk turut serta dalam Rapat Koordinasi Tim Tanggap Darurat Bencana Banjir bersama bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu dan instansi terkait mengenai upaya yang bisa dilakukan dengan cepat. Dalam rapat tersebut, dibutuhkan perpanjangan status tanggap darurat dari 3 (tiga) hari menjadi 14 (empat belas) hari. Selain itu dibutuhkan data yang lebih komprehensif mengenai kondisi kerusakan dan kebutuhan agar segera diupayakan tindakan secepat mungkin. Pemusatan penerimaan bantuan dan inventaris yang jelas juga diperlukan agar tepat sasaran.

Dalam pemaparan instansi terkait, dijelaskan bahwa ada beberapa kebutuhan penting yang diperlukan antara lain selimut, kebutuhan bayi dan obat-obatan yang mungkin sudah terendam air. Dalam menanggulangi bencana banjir di Nias Utara dibutuhkan koordinasi dan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, propinsi dan pemerintah pusat.

Setelah mengikuti rapat koordinasi, Balai Karya Bahagia Medan kemudian menyerahkan bantuan di Posko Utama Pendopo Nias Utara. Diterima langsung oleh Bupati Nias Utara agar kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Sesaat sebelum meninggalkan rapat koordinasi, Lyana Siregar berpesan kepada Dinas Sosial Kabupaten Nias Utara terkait bantuan lain yang mungkin dibutuhkan warga terdampak banjir seperti obat obatan maupun kebutuhan khusus lainnya.

Humas Balai Karya Bahagia Medan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here