Balai Karya Bahagia Medan Respon Cepat Surat Warga

8
86

Medan (14 November 2021). Hari itu, senyum Achyar tidak secerah sebelumnya. Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak 2020 silam membuat ayah dengan tiga orang anak tersebut kehilangan pekerjaan. Achyar menghidupi keluarganya dengan bekerja apapun yang bisa dilakukan, mulai dari percetakan, berjualan kopi dan makanan ataupun bakso keliling. Kehidupan demikian membuat Achyar berani bersurat langsung kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Kementerian Sosial merespon surat tertanggal 5 November 2021 tersebut dengan meminta Balai Karya Bahagia Medan merespon segera. Lyana Siregar, Kepala Balai Karya Bahagia Medan pada 11 November 2021 menugaskan Tim Reaksi Cepat untuk terjun ke rumah Achyar di Medan Helvetia guna merespon kasus tersebut. Tim kemudian melakukan asesmen dengan mengindentifikasi permasalahan dan kebutuhan yang diperlukan guna merencanakan intervensi selanjutnya.

“Saya kaget bercampur bahagia karena Ibu Menteri Sosial sangat cepat merespon surat yang saya kirim” kata Achyar Hakim dengan lirih.  “Terima Kasih Ibu Mensos” katanya lagi.

Rencana intervensi yang akan diberikan kepada Achyar Hakim adalah dengan memberikan modal usaha untuk meneruskan warung kopi dan makanan. Berdasarkan hasil asesmen, Achyar diketahui membutuhkan bantuan modal usaha untuk berjualan makanan dan minuman. Tak butuh berapa lama, pekerja sosial segera mengidentifikasi hal apa saja yang dibutuhkan untuk membuka usaha tersebut. Bersama dengan Tim Reaksi Cepat, Achyar berbelanja bersama mencari barang yang dibutuhkan diantaranya etalase, kompor, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan.

Achyar membuka sementara warung sederhananya tepat di depan rumah bersama istrinya. Pria berusia 35 tahun itu berencana menyewa tempat lain apabila sudah memiliki penghasilan cukup untuk mengembangkan usahanya. Achyar berharap modal usaha ini membantunya kembali menghidupi keluarganya.

 

Penulis : Safiah Sari dan Humas Balai Karya Bahagia Medan