Balai Bahagia Beri Akses Pendidikan Non Formal Buat Anak ZPN

0
29

MEDAN (25/08/2021) – Intervensi sosial terhadap ZPN, warga miskin terlantar di wilayah Kelurahan Sidorejo, Kota Medan terus dilakukan. Pada hari kedua (23/08/2021), Balai Bahagia Medan yang diwakilkan oleh Kepala Balai Lyana Siregar, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Tien Septemberiawati dan Penyuluh Sosial Tama kembali mengunjungi rumah kontrakan ZPN.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, kedua anak ZPN diketahui telah putus sekolah. Pendekatan pun segera dilakukan oleh tim Balai Bahagia Medan agar kedua anak ZPN mau untuk bersekolah kembali. Dari 2 (dua) orang anak ZPN, GWN (16 tahun) dan RF (11 tahun) hanya RF yang menerima untuk diberikan akses pendidikan lagi. Sementara GWN masih memutuskan untuk tidak bersedia untuk melanjutkan pendidikannya dan ingin langsung bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berdasarkan rekomendasi sebelumnya, diharapkan ZPN dan kedua anaknya mendapatkan layanan residensial. Hal ini dilakukan agar intervensi sosial yang diberikan dapat maksimal. Layanan Dukungan Psikososial (LDP) tetap dilakukan kepada GWN karena berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan serta mengingat usia GWN masih dalam kategori anak dan pendidikan adalah salah satu kebutuhannya. Pendekatan tetap dilakukan kepada GWN untuk mau mendapatkan layanan residensial di dalam balai dan dibukakan akses pendidikan non formal.

Pada hari ketiga (24/08/2021), tim Balai Bahagia Medan bersama ZPN dan anaknya RF mengunjungi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yabes di Kota Medan. Adapun tujuan kedatangan untuk mendaftarkan RF pada program kejar paket A. Sesampainya disana, pengelola PKBM Yabes, Tiur Nainggolan menyambut dengan hangat kedatangan tim balai.

“Sebelumnya salah satu staf ibu telah menjelaskan duduk perkara dan saya sangat senang jika bisa membantu,” kata Tiur kepada Lyana.

RF pun langsung di daftarkan oleh tim balai untuk bisa menerima program kejar paket A. Nantinya pembelajaran akan dilakukan secara daring dan buku buku pembelajaran akan dikirimkan langsung kepada RF.

“Untuk seluruh biaya yang dibutuhkan, kita siap untuk memfasilitasinya,” ujar Lyana kepada Tiur selaku pengelola PKBM Yabes.

Selanjutnya setelah mendaftarkan RF mengikuti sekolah non formal, tim Balai Bahagia Medan kembali bergerak ke kontrakan ZPN untuk melakukan pendekatan lagi kepada GWN untuk mau dipindahkan ke balai dan menerima pelayanan residensial.

Pada sore harinya akhirnya ZPN dan kedua anaknya berkenan untuk dipindahkan ke Balai Bahagia Medan dan akan didampingi oleh pekerja sosial dalam pemberian intervensi lanjutan.

Informasi terakhir yang diperoleh dari PKBM Yabes, RF telah di daftarkan secara online dan telah siap untuk menerima pembelajaran secara daring minggu ini. Begitu juga untuk modul dan buku pelajaran bisa diterima oleh RF pada minggu ini juga.

“RF akan kita fasilitasi untuk belajar jarak jauh dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di balai,” ujar Lyana.

 

Tim Humas Balai Karya Bahagia Medan